Aku Senang Kamu Bahagia.

Aku dengar, kamu telah menjadi kepunyaan oranglain sekarang. Orang yang sangat mendamba dan mengagumi-mu, orang yang dengan sukarela memberikan seluruh dunianya untuk kamu, dan tentunya orang yang jauh lebih baik dari si aku; masalalumu.

Mendengar itu, aku senang, aku turut bahagia. Semoga tepat, semoga memang dialah orangnya. 

Percayalah, aku sedang tidak berdusta... 

Mendengar kamu kembali tersenyum dan membuka lembar baru tanpa aku, aku cukup bahagia dibuatnya. Sebab, kamu memang pantas untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Sebab harapku setelah perpisahan kita kali itu adalah hanya dua, kamu yang ditinggal oleh luka dan kamu yang terus tersenyum bahagia.

....

Selamat berbahagia masa laluku. Selamat melangkah dan mulai bisa kembali tersenyum dengan perasaan yang baru. Aku tak tahu apakah pilihan barumu itu lebih sempurna daripada aku yang dulu atau tidak. Namun yang jelas, aku sangat berharap kau akan bahagia.

Aku pernah berdoa untuk memintamu bahagia. Walau aku lupa meminta kepada Tuhan perihal siapa yang memberi kebahagiaan itu sendiri. Jadi nanti ketika kau mampu tersenyum lebih ceria ketimbang biasanya, yakinilah bahwa doaku telah memintanya terlebih dahulu jauh sebelum kita dipisahkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEMBAR #1 - Buku Usang

Ruang Juang

Never Enough