Untuk Lelaki Setelahku.
Kepada semua laki-laki yang aku berani bersumpah cintanya tak akan pernah bisa lebih besar ketimbang cintaku kepadanya,
Aku titipkan wanitaku yang kini tengah menjadi wanitamu. Aku mengenalnya jauh sebelum kau bisa merasa bahagia ketika pertama kali melihat tingkah lakunya yang menyenangkan. Aku mengenalnya bukan baru kemarin sore.
Aku mengenalnya ketika ia masih bukan siapa-siapa, ketika ia tak lebih dari sekadar caci-maki setiap orang yang mendengar berita miring tentangnya. Aku tak bisa bicara banyak-banyak, karena mungkin kini kau sudah jauh lebih mengenalnya ketimbang aku. Bagaimana? Berdegup kencangkah hatimu ketika melihat namanya muncul pada kolom notifikasimu? Ya, aku juga dulu pernah merasakan hal yang sama.
Aku pernah menjadi orang paling bahagia di dunia ketika bersamanya, suatu rasa yang tak pernah bisa aku temukan pada makhluk tuhan yang lainnya.
Aku pernah tersenyum gelagapan hanya karena candaan-candaan konyol yang ia berikan, tentang ia yang sangat mengidolakan seorang influencer terkenal Twitter.
Aku tahu, kemungkinan pesan ini tersampaikan padamu hanyalah sebagian kecil. Tapi, aku ingin meminta tolong untuk tetaplah bersamanya dalam situasi apapun. Walau aku tahu, mungkin kamu adalah versi terbaik seseorang yang pernah ada untuknya. Walau aku tahu, tanpa diminta pun kamu akan dengan senang hati melakukannya. Aku ingin kamu mengetahui, sekuat-kuatnya ia, ia tetaplah seorang wanita- yang ketika dunianya hancur, ia tetap membutuhkan peluk untuk pelik hati yang dirasa.
Aku ingin kamu tahu, bahwa dibalik sikap kekanak-kanakannya, ia adalah perempuan dewasa yang berhasil mendewasakan banyak orang; salah satunya adalah aku.
Aku ingin kamu tahu, bahwa dibalik kata "tak apa" yang ia berikan, ia sedang kenapa-napa, ia sedang tidak baik-baik saja. Aku ingin kamu paham, bahwa lukanya masih menganga untuk banyak trauma yang ada. Tolong jangan biarkan luka itu kembali mengelupas, jangan biarkan senyumnya hilang untuk kesekian kalinya.
Jagalah dia.
Sebagaimana dulu aku pernah menantang seluruh dunia ketika mereka mencoba merendahkannya.
Komentar
Posting Komentar